Arsip Tag: oud

Perbedaan antara Gaharu, Kemenyan, Bukhur, Oud, Dupa, Hio

Ketidaktahuan, perbedaan istilah, dan faham yang beragam seringkali membingungkan. Oleh karena itu berikut kami jelaskan secara singkat perbedaan antara Gaharu, Kemenyan, Bukhur, Oud atau Oud Hindi, Dupa, Hio berdasarkan pemahaman yang beredar di tengah masyarakat Indonesia.

GAHARU adalah wewangian yang dihasilkan dari jenis pohon tertentu penghasil gaharu yang beragam kategori, kelas, peruntukkan, fungsi, manfaat, nilai, dan harganya. Selain dapat dibakar langsung, Gaharu juga diolah menjadi: Minyak Gaharu, Parfum Gaharu, Bukhur atau Gaharu Buatan/Olahan, Dupa, Hio, Obat-obatan, Produk Kesehetan, Produk Kosmetik dan Kecantikan. 

KEMENYAN lebih identik kepada wewangian yang dihasilkan dari getah pohon damar. Meskipun pada masyarakat kita istilah kemenyan adalah istilah yang umum untuk wewangian yang dibakar, bisa kayu-kayuan, bisa bunga-bungaan, bisa getah-getahan.

BUKHUR lebih identik kepada wewangian yang berasal dari kayu gaharu olahan yang sudah dicampur dengan minyak atau wewangian lainnya. Meskipun pada masyarakat Arab istilah bukhur adalah istilah yang umum untuk wewangian yang dibakar, bisa kayu gaharu alami, bisa kayu gaharu olahan atau buatan, bisa juga getah damar.

OUD atau OUD HINDI dari bahasa Arab adalah sebutan khusus orang Arab dan Eropa untuk Gaharu. Jadi ketika Anda membeli parfum yang bertemakan Oud itu atinya parfum tersebut terbuat dan berbasis gaharu. Oud Hindi tidak serta merta diartikan Gaharu India karena pada masa silam Indonesia sebagai “rajanya gaharu dunia” disebut sebagai HIND, HINDI, atau HINDIA. Maka sangat keliru pemahaman yang mengatakan bahwa gaharu terbaik adalah gaharu India atau gaharu gaharu dari negara India, ini tidak tepat. Karena dari zaman dulu hingga saat ini justru Indonesia penghasil gaharu terbesar di dunia.

DUPA atau hio atau kemenyan adalah sebuah material yang mengeluarkan bau. Dupa mengeluarkan asap ketika dibakar. Banyak upacara keagamaan menggunakan dupa. Dupa juga digunakan untuk pengobatan. Dupa ada dalam berbagai bentuk dan proses, namun, dupa dapat terbagi menjadi “pembakaran langsung” dan “pembakaran tidak langsung” tergantung bagaimana dupa digunakan. Suatu bentuk tergantung dari budaya, tradisi dan rasa seseorang.

HIO adalah dupa yang digunakan oleh masyarakat Tiongha sebagai pelengkap dalam ritual ibadah. Hio sendiri berarti harum. Sesuai dengan arti namanya, Hio mengeluarkan wangi yang khas ketika dibakar. Tidak hanya orang Tionghoa, umat Hindu pun menggunakan Hio dalam ibadah mereka. Tentu saja dengan nama yang berbeda.

Agarwood Transformation – Whatever You Say

[Agarwood Transformation] Whatever you say is up to you but this all is #oud #agarwood #eaglewood #aloeswood #heartwood #tigerwoods #gaharu #incense #عود #沉香 #沈香 #incense #woodfossil #petrifiedwood #perfume #perfumery #fragrance #fragrances #fragrant #عطور #عطورات #medicine #medicines #folkmedicine #herb #perfumer #ancientmedicine #ancient #mustika #pusaka #heritageThe King of Oud

Apa Itu Gaharu

Harga Gaharu agarwood
Gaharu adalah sejenis kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada pohon tersebut, dan pada umumnya terjadi pada pohon Aquilaria sp. (Nama daerah: Karas, Alim, Garu, Kigaru, Ki Gaharu, dan lain-lain).
Gaharu dikenal berasal dari marga tumbuhan bernama Aquilaria. Di Indonesia tumbuh berbagai macam spesiesnya, seperti A. malaccensis, A. microcarpa, A. hirta, A. beccariana, dan A. Filaria, dll.
Karena banyaknya jenis tumbuhan ini ada di Indonesia, maka bukan barang aneh bila kemudian tumbuhan ini juga banyak dimanfaatkan masyarakat. Manfaat gaharu antara lain sebagai bahan pembuat: Parfum, Wewangian, Kosmetik, Kecantikan, Obat, Medis, Bukhur, Dupa, Hio, Dekorasi, Kerajinan, dll.
Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Nusantara ke seluruh dunia terutama: Jazirah Arab, India, Persia, China, Jepang, Afrika Timur, dll.
Berdasarkan studi dari Ng et al. (1997), diketahui jenis-jenis berikut ini menghasilkan resin gaharu apabila terinfeksi oleh kapang gaharu:
  1. Aquilaria apiculina, asal Filipina
  2. Aquilaria baillonii, asal Thailand dan Kamboja
  3. Aquilaria baneonsis, asal Vietnam
  4. Aquilaria beccarain, asal Indonesia
  5. Aquilaria brachyantha, asal Malaysia
  6. Aquilaria crassna asal Malaysia, Thailand, dan Kamboja
  7. Aquilaria cumingiana, asal Indonesia dan Malaysia
  8. Aquilaria filaria, asal Tiongkok
  9. Aquilaria grandiflora, asal Tiongkok
  10. Aquilaria hilata, asal Indonesia dan Malaysia
  11. Aquilaria khasiana, asal India
  12. Aquilaria malaccensis, asal Malaysia, Thailand, dan India
  13. Aquilaria microcarpa, asal Indonesia, Malaysia
  14. Aquilaria rostrata, asal Malaysia
  15. Aquilaria sinensis, asal Tiongkok
  16. Aquilaria subintegra, asal Thailand

Gaharu dikelompokkan menjadi 3 (tiga) sortimen, yaitu gubal gaharu, kemedangan, dan abu gaharu.

GUBAL GAHARU

Gubal gaharu adalah kayu yang berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu, memiliki kandungan damar wangi dengan aroma yang kuat, ditandai oleh warnanya yang hitam atau kehitam-hitaman berseling coklat.
Harga Gubal Gaharu

KEMEDANGAN

Kemedangan adalah kayu yang berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu, memiliki kandungan damar wangi dengan aroma yang lemah, ditandai oleh warnanya yang putih keabu-abuan sampai kecoklat-coklatan, berserat kasar, dan kayunya yang lunak.
Harga Kemedangan Gaharu

ABU GAHARU

Abu gaharu adalah serbuk kayu gaharu yang dihasilkan dari proses penggilingan atau penghancuran kayu gaharu sisa pembersihan atau pengerokan.
Harga Abu Gaharu

Cara pemungutan:

  1. Gubal gaharu dan kemedangan diperoleh dengan cara menebang pohon penghasil gaharu yang telah mati, sebagai akibat terjadinya akumulasi damar wangi yang disebabkan oleh infeksi pada pohon tersebut.
  2. Pohon yang telah ditebang lalu dibersihkan dan dipotong-potong atau dibelah-belah, kemudian dipilih bagian-bagian kayunya yang telah mengandung akumulasi damar wangi, dan selanjutnya disebut sebagai kayu gaharu.
  3. Potongan-potongan kayu gaharu tersebut dipilah-pilah sesuai dengan kandungan damarnya, warnanya dan bentuknya.
  4. Agar warna dari potongan-potongan kayu gaharu lebih tampak, maka potongan-potongan kayu gaharu tersebut dibersihkan dengan cara dikerok.
  5. Serpihan-serpihan kayu gaharu sisa pemotongan dan pembersihan atau pengerokan, dikumpulkan kembali untuk dijadikan bahan pembuat abu gaharu.