Kualitas Minyak Gaharu

Faktor-Faktor Penentu Kualitas Minyak Gaharu Murni

Minyak Murni Gaharu atau Minyak Atsiri Gaharu atau Agarwood Essential Oil adalah minyak esensial atau minyak atsiri atau minyak murni yang dihasilkan secara langsung dari suatu proses penyulingan kayu gaharu murni, tanpa campuran bahan lainnya sedikitpun. Karena banyak sekali di pasaran yang menjual minyak gaharu murni dengan harga yang murah meriah ternyata sudah dicampur dan diencerkan. Terlebih minyak gaharu pabrikan atau yang sering disebut “bibit minyak gaharu” yang berasal dari Arab dan Eropa rata-rata sudah dicampur dan diperbanyak.

Antara minyak murni gaharu yang satu dengan minyak murni gaharu lainnya hampir dapat dipastikan tidak akan sama kualitasnya. Bahkan antara satu proses penyulingan dengan proses penyulingan lainnya senantiasa berbeda alias tidak akan sama persis 100% baik secara lahir maupun batin.

Secara ringkas, suatu minyak gaharu murni dipengaruhi oleh: [1]. Kualitas bahan dasar, [2]. Proses pra penyulingan, [3]. Proses penyulingan (berkenaan dengan alat, suhu, teknologi, metode, dan teknik), dan [4]. Proses pasca penyulingan.

Berikut ini penjelasan diantara faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas suatu minyak gaharu murni.

  1. Bahan dasar kayu gaharu senantiasa memiliki perbedaan kandungan minyak atau resinnya. Sehingga antara satu proses penyulingan dengan proses penyulingan lainnya akan senantiasa berbeda hasilnya.
  2. Asal kayu apakah natural alias alami dari hutan atau kayu gaharu hasil budidaya juga mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan. Minyak gaharu dari kayu gaharu alami yang berumur tua akan berbeda hasil dan kualitasnya dengan minyak gaharu yang dihasilkan dari kayu gaharu budidaya yang berusia muda.
  3. Karakter aroma kayu gaharu dari suatu spesies dengan spesies lainnya memiliki perbedaan. Karakter aroma kayu gaharu dari suatu kelas dengan kelas lainnya memiliki perbedaan. Karakter aroma kayu gaharu dari suatu daerah dengan daerah lainnya memiliki perbedaan pula.
  4. Setiap penyuling memiliki proses penyulingan yang berbeda-beda.
  5. Berkenaan dengan proses pra penyulingan adalah persiapan bahan dasar termasuk diantaranya seperti apa dan seberapa lama proses perendaman bahan dasar sebelum disuling.
  6. Pada proses penyulingan, faktor lain yang mempengaruhi kualitas adalah perangkat penyulingan, metode dan teknik penyulingan, teknologi penyulingan, serta faktor besaran suhu yang digunakan pada proses penyulingan tersebut.
  7. Berkenaan dengan proses pasca penyulingan diantaranya adalah cara dan tempat penyimpanan minyak. Selain itu juga apakah minyak gaharu tersebut melalui proses penyaringan atau tidak tentu beda nilainya. Sering kita temukan di lapangan minyak gaharu yang tidak disaring sehingga kita bukan membeli minyak gaharu murni melainkan membeli minyak gaharu dan dedaknya.
  8. Dan lain-lain.

Oleh karena itu setiap minyak gaharu murni harus senantiasa dites maupun dicoba secara berkala. Dan bagi para produsen sebaiknya memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan akurat sehingga memudahkan calon konsumen sekaligus membangun dan menjaga kepercayaan pasar. Terima kasih dan semoga ada manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *