Fakta Gaharu dalam Agama

Beberapa Fakta Gaharu

Gaharu telah memainkan peran penting dalam banyak tradisi keagamaan di seluruh dunia. Telah dihormati selama ribuan tahun.

Naskah-naskah keagamaan yang ditulis pada kulit kayu dari pohon agar dan Srimanta Sankardev menyebutkan jika gaharu sebagai salah satu “pohon ilahi” dengan kemampuan untuk memenuhi keinginan manusia.

Pembakaran gaharu disebut sebagai ‘aroma Nirvana’ oleh Sang Buddha.

Secara ekstensif disebutkan dalam kitab Veda Sansekerta sebagai favorit Dewa Krishna.

Gaharu digunakan dalam upacara keagamaan dan dupa yang dibakar di pemakaman umat Kristiani termasuk dalam upacara pemakaman Yesus Kristus.

Raja Louis XIV memiliki pakaian dicuci dalam air wangi dengan menggunakan gaharu.

Asap gaharu digunakan untuk mengharumkan baju besi dari prajurit Samurai sebelum menuju ke medan perang.

Dalam Kejadian (Genesis), gaharu disebutkan sebagai satu-satunya pohon yang Adam dan Hawa dapat mengambil stek (dari surga).

Nabi Muhammad SAW men-sunnah-kan kepada ummatnya penggunaan gaharu sebagai: wewangian, pengobatan, dan pada proses kematian. Memakai wewangian alami merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW dan sunnah para Rasul dan para Nabi. Dan gaharu akan dipergunakan kembali sebagai salah satu wewangian para penghuni surga.

Meskipun tidak begitu dikenal di Barat, gaharu memiliki sejarah yang kaya dalam penggunaannya sebagai obat dalam banyak kebudayaan. Telah digunakan selama berabad-abad oleh dokter di Tibet, al-Hind, Cina, dan dunia Arab untuk mengobati berbagai kondisi fisik dan mental.

Catatan:

Wilayah al-Hind seringkali diidentikkan dengan India, namun akhir-akhir ini sejarawan banyak yang meyakini jika yang dimaksud al-Hind adalah yang sekarang Indonesia, bahkan India merupakan bagian kecil dari wilayah al-Hind pada masa lampau. (Silahkan Anda melakukan kajian mendalam mengenai hal ini).