Minum Teh Itu Tradisi Dunia

Teh Gaharu

Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan yang sangat baik bagi tubuh dan mampu mencegah perkembangan sel kanker, dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh.

Teh itu mengandung kafein yang lebih sedikit daripada kopi, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Namun dengan kandungan kafein tersebut, konsumen di harapkan tidak mengkonsumsi teh secara berlebihan. Continue reading “Minum Teh Itu Tradisi Dunia” »

KAITAN ANTARA NABI ADAM, GAHARU, DAN NUSANTARA

Hadits-hadits yang menguatkan teori Nabi Adam AS, diturunkan di Al-Hind/Sundaland/Nusatara/Indonesia.

Dari Qatadah RA, beliau berkata bahwa: “Allah SWT meletakkan Baitullah (di bumi) bersama Nabi Adam AS. Allah SWT telah menurunkan Nabi Adam AS di bumi dan tempat diturunkannya adalah di tanah AL-HIND. Dan dalam keadaan kepalanya di langit dan kedua kakinya di bumi, lalu para malaikat sangat memuliakan Nabi Adam as, kemudian Nabi Adam AS pelan-pelan berkuranglah tinggi beliau.” (H.R. Musonif Abdur Razaq)

Dari Ibnu Abbas RA, telah berkata : “Sesungguhnya tempat pertama dimana Allah SWT turunkan Nabi Adam AS di bumi adalah di AL-HIND”. (HR. Hakim)

Dari Ali RA, telah berkata: “Bumi yang paling wangi adalah tanah AL-HIND, disanalah Nabi Adam AS diturunkan dan pohonnya tercipta dari wangi surga.” (Kanzul Ummal).

Dari Ibnu Abbas RA, telah meriwayatkan Ali Bin Abi Thalib RA telah berkata: “Di bumi tanah yang paling wangi adalah tanah AL-HIND (karena) Nabi Adam AS telah diturunkan di AL-HIND, maka pohon-pohon dari AL-HIND telah melekat wangi-wangian dari surga.” (HR. Hakim)

Dari Ibnu Abbas RA telah berkata bahwa jarak antara Nabi Nuh AS dengan hancurnya kaumnya adalah 300 tahun. Dari tungku api (tannur) di AL-HIND telah keluar air dan kapalnya Nabi Nuh AS berminggu-minggu mengelilingi Ka’bah. (H.R.Hakim) Riwayat ini penting kerana kita telah tahu bahwa Nabi Nuh berkemungkinan besar berasal dari Sundaland.

Dari Abu Sa’id Al Khudri RA mengatakan bahawa seorang raja dari AL-HIND telah mengirimkan kepada Nabi Muhammad SAW sebuah tembikar yang berisi halia. Lalu Nabi SAW memberi makan kepada sahabat–sahabatnya sepotong demi sepotong dan Nabi SAW pun memberikan saya sepotong makanan dari dalam tembikar itu. (HR. Hakim)

Dari Abu Hurairah RA berkata bahwa Nabi Muhammad SAW telah menjanjikan kepada kami tentang perang yang akan terjadi di AL-HIND. Jika saya menemui peperangan itu maka saya akan korbankan diri dan harta saya. Apabila saya terbunuh, maka saya akan menjadi salah satu syuhada yang paling baik dan jika saya kembali (dengan selamat) maka saya (Abu Hurairah RA) adalah orang yang terbebas (dari neraka). (HR. An-Nasai)

Dari Ali RA berkata bahwa dua lembah yang paling baik di kalangan manusia adalah lembah yang ada di MAKKAH dan lembah yang ada di AL-HIND, dimana Nabi Adam AS diturunkan. Di dalam lembah itu ada satu bau yang wangi, yang darinya bisa membuat kamu jadi wangi.

Dari Ibnu Abbas RA meriyawatkan dari Nabi Muhammad SAW telah bersabda bahwa Sesungguhnya Nabi Adam AS telah pergi haji dari AL-HIND ke Baitullah sebanyak seribu kali dengan berjalan kaki tanpa pernah naik kendaraan walau sekalipun. (HR. Thabrani). Mengapa? Karena dulu tanah AL-HIND dan ARAB adalah satu daratan.

Dari Ubay bin Ka’ab RA mengatakan: “Saya berkeinginan untuk keluar di jalan Allah ke AL HIND”. Ubay bin Ka’ab RA bertanya kepada Hasan RA: “Berilah saya nasihat!”. Hasan RA berkata: “Muliakanlah perintah Allah dimanapun kamu berada maka Allah akan memuliakan kamu.” (H.R. Baihaqi fii Syu’bul iman)

Dari Sauban RA dari Rasulullah SAW beliau bersabda: “Dua golongan dari ummatku yang diselamatkan Allah dari Neraka yaitu golongan yang berperang di AL-HIND dan golongan yang berkumpul bersama Isa AS.” (Riwayat Nasai dan Ahmad)

Jadi AL-HIND disini adalah Nusantara dan bukanlah India yang seringkali banyak ditafsirkan orang. Bahkan justru India pada masa dahulu adalah bagian kecil dari wilayah AL-HIND atau sekarang INDONESIA.

Namun ini hanya teori yang masih banyak harus ditahkik. Akan tetapi FAKTANYA adalah, di dunia ini, dimanakah yang paling banyak penghasil kayu wangi? Gaharu, cendana, kayu manis, dan kayu-kayu wangi lainnya? Dan negara manakah penghasil gaharu di dunia?

Wallohu A’lam bi Showab

Semoga bermanfaat…

Potensi Gaharu Indonesia 2015

Potensi Pasar dan Peluang Bisnis Gaharu

Harga Gaharu 2015

Berikut data harga Gubal/Damar Gaharu di Indonesia per Januari 2015 yang berhasil kami kumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Gubal kualitas super Rp. 120 juta/kg. Ada juga gubal yang mencapai Rp. 64jt/kg. Adapun getah jenis jernang Rp. 40jt/ons.

Sumber lain mengatakan bahwa harga inti kayu gaharu kualitas kelas 1 mencapai Rp350 juta per kilogram, kelas 2 Rp35 juta, dan kelas 3 Rp5 juta per kilogram.

Saat ini Indonesia baru memenuhi 20% dari kebutuhan gaharu dunia yang mencapai ninimal 4.000 ton per tahun.

Gaharu Pohon Termahal di Dunia

Bisnis GaharuGaharu adalah tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat bekualitas tinggi, sehingga sangat baik apabila dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi dan penghasilan masyarakat Indonesia, hampir dari setiap bagian pohon gaharu ini dapat dimanfaatkan untuk bahan baku produk, sehingga hampir tidak ada bagian yang terbuang.

Kualitas terbaik Gubal/Damar Gaharu dapat terjual Rp. 10 juta hingga Rp. 40 juta per ons. Di China jenis kayu tersebut dapat terjual Rp. 400 juta per kg. Di Timur Tengah harganya mencapai Rp. 200 juta per kg. Saat ini China meminta kuota Gaharu dari Indonesia sebesar 500 ton per tahun. Untuk itu pemerintah mentargetkan kuota ekspor Gaharu sebesar 1.000 ton per tahun.

Indonesia mulai mengekspor secara langsung kayu gaharu (sejenis damar) ke Tiongkok setelah sebelumnya melalui negara perantara seperti Taiwan, Singapura, dan Hong Kong. Di pasar internasional, permintaan gaharu mencapai 4.000 ton per tahun dan Tiongkok telah menjadi salah satu importir gaharu terbesar sebanyak 500 ton per tahun. Sebagian besar kayu gaharu Indonesia lainnya diekspor ke Saudi Arabia, Emirat Arab, Taiwan, Singapura, Hong Kong, AS, dan Uni Eropa karena kesulitan menembus langsung pasar Tiongkok.
Dalam lima tahun terakhir total ekspor kayu gaharu Indonesia mencapai 170-573 ton dan menghasilkan devisa sebesar USD 26 juta pada tahun 2006 dan meningkat menjadi USD 86 juta pada 2010. Kayu gaharu yang biasa diekspor berbentuk chips, blok, bubuk, dan minyak.

Apa Itu Gaharu

Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga/genus Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab, serta Afrika Timur.

Berdasarkan studi dari Ng et al. (1997)[1], diketahui jenis-jenis berikut ini menghasilkan resin gaharu apabila terinfeksi oleh kapang gaharu :

%d blogger menyukai ini: